Translate This Page..

Sebagaimana yang telah di uraikan pada Tentang Zakat, infaq, sedekah, waqof dan qurban. Zakat memiliki kriteria tersendiri bagi mereka yang wajib membayar zakat. Berikut adalah ringkasan yang di sarikan dari beberapa sumber bagi mereka yang wajib / telah memenuhi wajib membayar zakat :

1.       Islam

Zakat hanya di wajibkan bagi mereka yang berima kepada Allah dan Rasul-Nya, atau hanya di wajibkan bagi orang muslim.

2.       Aqil Baligh

Mereka yang telah aqil baligh, secara umum terkena keawajiban dalam agama, termasuk zakat jika ia sudah memiliki kemampuan. Termasuk dalam hal ini adalah harta anak yatim (yang belum aqil baligh) yang berada di bawah pengelolaan walinya. Ada yang berpendapat bahwa harta tersebut tidak wajib dikeluarkan zakatnya, ada juga yang berpendapat temasuk wajib di keluarkan zakatnya. Hal ini sebagaimana hadits ;

Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam menyampaikan khutbahnya yang berisi: "Siapa saja yang mengurus anak yatim sedangkan anak tersebut memiliki harta, hendaknya dia gunakan untuk berdagang dan tidak membiarkannya habis untuk membayar zakatnya."

Abu 'Isa berkata, pada sanad hadits ini terdapat cela karena Al Mutsanna bin Shabbah dilemahkan dalam periwayatan hadits. Sebagian ahlul hadits meriwayatkan hadits ini dari Amru bin Syu'aib, "Sesungguhnya Umar bin Khattab..." lalu dia menuturkan hadits diatas. Para ulama berselisih pendapat dalam hal ini, sebagian sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam seperti Umar, Ali, 'Aisyah dan Ibnu Umar berpendapat adanya kewajiban zakat pada harta anak yatim, ini juga merupakan pendapatnya Malik, Syafi'i, Ahmad dan Ishaq.

Adapun Sufyan Ats Tsauri, Abdullah bin Al Mubarak dan Amru bin Syu'aib yaitu anaknya Muhammad bin Abdullah bin Amru bin 'Ash berpendapat tidak adanya kewajiban zakat pada harta anak yatim. Amru bin Syu'aib telah mendengar hadits dari kakeknya Abdullah namun Yahya bin Sa'id Al Qaththan mencela hadits Amru bin Syu'aib seraya berkata, menurut kami, dia itu dla'if, hal ini disebabkan dia meriwayatkan dari Shahifah (lembaran) kakeknya Abdullah bin Amru. Sedangkan kebanyakan ahlul hadits diantaranya Ahmad dan Ishaq menetapkan hadits Amru bin Syu'aib dan menerimanya sebagai hujjah. (HR : Tirmidzi)

3.       Berasal dari harta yang halal

Dalam Kitab Al Bukhari, yang kemudian di simpulkan oleh para ulama dinyatakan bahwa zakat memiliki syarat bahwa ia haruslah berasal dari harta yang didapatkan dengan cara yang halal. Hal ini sebagaimana hadits berikut ;

"Barangsiapa yang bershadaqah (zakat) dengan sebutir kurma hasil dari usahanya sendiri yang baik (halal), sedangkan Allah tidak menerima kecuali yang baik saja, maka sungguh Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya lalu mengasuhnya untuk pemiliknya sebagaimana jika seorang dari kalian mengasuh anak kudanya hingga membesar seperti gunung".( HR : Bukhari)

Hadits diatas merupakan syarat yang harus di penuhi bagi mereka yang ingin menunaikan zakat.

4.       Harta yang di manfaatkan

Nabi Shalallahu 'alaihi wa salam, bahwa tidak ada zakat dari harta yang dimanfa'atkan sampai genap satu haul (setahun). Ini juga merupakan pendapat Malik bin Anas, Syafi'i, Ahmad dan Ishaq. Sebagian ahlul ilmi berpendapat, jika seseorang memiliki harta yang wajib dikeluatkan zakatnya maka harta yang dimanfa'atkan tersebut terkena wajib zakat, namun jika dia tidak memiliki harta yang terkena kewajiban zakat selain harta mustafad (yang dimanfa'atkan) maka dia tidak wajib untuk mengeluarkan zakat dari harta mustafad tersebut hingga genap satu tahun, karena sesungguhnya dia mengeluarkan zakat dari harta mustafad beserta harta yang wajib untuk dikeluarkan zakatnya dan ini merupakan pendapatnya Sufyan Ats Tsauri dan peneduduk Kufah.(HR : Ahmad, Ibnu Majah, Tirmidzi)

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang muslim tidak wajib membayar zakat pada kuda tunggangan dan budaknya." dalam bab ini (ada juga riwayat -pent) dari Ali dan Abdullah bin Amru. Abu 'Isa berkata, hadits Abu Hurairah merupakan hadits hasan shahih dan diamalkan oleh ahlul ilmi, mereka berkata, tidak ada kewajiban zakat pada kuda saaimah (yang mencari makan sendiri) demikian halnya pada budak yang digunakan untuk melayani tuannya, kecuali jika diperjualbelikan. Apabila diperjualbelikan maka wajib untuk dikeluarkan zakatnya setelah satu haul. (Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’I, Malik, Ibnu Majah, Darimi).

Berdasarkan hadits diatas, maka zakat hanya dikenakan bagi harta (termasuk uang) yang di manfaatkan untuk satu usaha, dan bukan harta yang diam (tidak produktif dan tidak berkembang sama sekali), seperti tanah, atau mobil yang tidak di gunakan untuk usaha dengan mobil yang digunakan untuk usaha. Tetapi, jika mobil, tanah tersebut digunakan untuk usaha, hasil dari usaha tersebut yang dikeluarkan zakatnya.

5.       Kepemilikan penuh atas harta

Ulama fiqih menjelaskan berdasarkan pentunjuk Al-qur'an dan hadits Rasul memberi syarat adanya wajib zakat adalah kepemilikan penuh. Bukan milik bersama. Dalam hal ini, rumah, mobil dan barang lainnya yang berstatus “kredit” dipahami sebagai milik bersama atau bukan milik penuh dari orang yang masih berhutang.

6.       Mencapai Nishob

Aisyah berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengambil zakat dari setiap dua puluh dinar lebih sebanyak setengah dinar, dan dari empat puluh dinar sebanyak satu dinar. " (HR: Ibnu Majah).

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata; “…kemudian apabila engkau memiliki dua ratus dirham, dan telah mencapai haul maka padanya terdapat zakat lima dirham, dan engkau tidak berkewajiban apapun yaitu pada emas hingga engkau memiliki dua puluh dinar. Maka apabila engkau memiliki uang dua puluh dinar dan telah mencapai haul maka padanya zakat setengah dinar, kemudian selebihnya sesuai dengan perhitungan tersebut….” (HR :  Abu Daud)

Nishob zakat secara umum yang disepakati berdasarkan hadits diatas adalah ; 1 dinar = 4.25 gram emas (berdasakan dinar yang ada pada musem peninggalan zaman Rasulullah), maka 20 dinar adalah 85 gram emas atau jika di konversikan dalam rupiah maka ia tergantung dari harga 1 gram emas. Misalnya harga 1 gram emas adalah Rp. 100.000 maka nishob zakat adalah Rp. 8.500.000.

Nishob dalam hal ini hanya untuk ukuran uang, sedangkan untuk peternakan, perkebunan, bisa dilihat pada artikel zenis zakat.

7.       Mencapai haul

Dari Aisyah ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada zakat harta hingga mencapai haul. " (HR : Ahmad, Ibnu Majah)

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; “..tidak ada zakat pada harta hingga masuk satu haul”. ( HR : Abu Daud)

Secara sederhana, Haul adalah perhitungan 12 bulan qomariah. Artinya, apabila seseorang telah memiliki harta selama 12 bulan, dan harta tersebut telah memenuhi syarat nishob dan syarat lainnya, maka ia wajib di keluarkan zakatnya.

8.       Melebihi kebutuhan pokok

Menurut pada ulama,  Zakat adalah sisa harta yang dikeluarkan setelah di potong oleh kebutuhan pokok. Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan kebutuhan pokok ini. Tetapi secara singkat, kebutuhan pokok ini adalah barang kebutuhan yang bersifat primer, bukan yang bersifat sekunder. Contohnya, memiliki lebih dari mobil atau motor yang melebihi keperluan bukan merupakan standar kebutuhan pokok. Atau, memiliki baju dengan standar harga yang mahal, bukan merupakan satu kebutuhan pokok.

9.       Tidak memiliki hutang

Dalam golongan penerima zakat, zakat dapat diperuntukkan untuk mereka yang memiliki hutang (dengan alasan yang syari). Karena secara kedudukan, kewajiban hutang adalah termasuk hal yang wajib di lunasi dan di penuhi oleh kaum muslimin baik mereka adalah orang kaya, maupun orang miskin. Kewajiban seseorang dalam berhutang adalah membayarnya, sedangkan orang yang memilik piutang (memberikan pinjaman pada orang lain) adalah dengan men-sedekahkannya atau menganggapnya lunas apabila si penghutang di nilai tidak mampu atau meninggal dunia.

 

Wallahu'alam

Para penerima ZIS

"Sesungguhnya shadaqah (zakat-zakat) itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang ...

Thursday, 25 November 2010

Selengkapnya..

Manfaat ZIS

Agar terjadi masyarakat sejahtera Dalam satu tatanan masyarakat selalu ada yang kaya dan ada yang miskin. Ketetapan Allah atas keduanya adalah sunatullah yang akan senantiasa berlaku hingga hari kiamat. Allah SWT ...

Thursday, 25 November 2010

Selengkapnya..

Syarat dan wajib berzakat

Sebagaimana yang telah di uraikan pada Tentang Zakat, infaq, sedekah, waqof dan qurban. Zakat memiliki kriteria tersendiri bagi mereka yang wajib membayar zakat. Berikut adalah ringkasan yang di sarikan dari ...

Thursday, 25 November 2010

Selengkapnya..

Tentang Zakat, Infaq Sedekah, Waqof dan

Perbedaan antara Zakat, infaq dan Shodaqoh (Sedekah), Waqof dan Qurban : Seringkali kita bertanya, apa perbedaan antara zakat, infaq, shodaqoh (sedekah), waqof (wakaf) dan qurban. Secara singkat, di sarikan dari berbagai ...

Thursday, 25 November 2010

Selengkapnya..

Jenis Zakat

Harta Peternakan Sapi, Kerbau dan Kuda, Nishab kerbau dan kuda disetarakan dengan nishab sapi yaitu 30 ekor.   Jumlah ternak (Ekor) Zakat 30-39 1 ekor sapi jantan/betina tabi' (a) 40-59 1 ...

Thursday, 25 November 2010

Selengkapnya..
-
+
12